Selasa, 17 Maret 2009

Passchendaele

Genre : Drama/War

Cast : Paul Gross, Caroline Davernhas, Joe Dinicol

Director : Paul Gross

DVD

Cover DVD nya memang kental dengan aroma drama. Para penggemar film perang akan tertarik dengan siluet prajurit yang sedang berbaris di perbukitan ala Band of Brothers. Kualitas DVD yang Combo Format sudah mumpuni baik dari segi gambar, suara dan kualitas teks.

Sinopsis

Passchendaele adalah nama sebuah desa di Belgia yang merupakan wilayah strategis yang dipertahankan matia-matian oleh pasukan Kanda dari serbuan Jerman pada PD I. Sersan Michael Dunne (Paul Gross) adalah pahlawan perang di front prancis yang telah letih berperang baik secara mental maupun fisik. Oleh kesatuannya Sersan Dunne ditugaskan sebagai petugas perekrutan dan mengkampanyekan keberhasilan pasukan Kanada dalam perang melawan Jerman.

Pertemuannya dengan perawat bernama Sarah (Caroline Davernhas) berlanjut pada hubungan kekasih yang lebih jauh. Sarah mempunyai adik laki-laki bernama David (Joe Dinicol) yang memiliki semangat patriotisme dan ingin sekali bergabung dengan militer untuk bertempur di garis depan. Namun sayangnya David memiliki penyakit asma yang tidak memungkinkannya menjadi prajurit. Dengan segala cara, tanpa sepengtahuan sang kakak Sarah, akhirnya David dapat bergabung dengan pasukan Kanada dan dikirim ke salah satu medan tempur paling berdarah sepanjang sejarah pertempuran pasukan infantri Kanada, Passchendaele.

Demi cintanya kepada Sarah, Dunne terpaksa kembali ke medan tempur untuk melindungi David. Dan sekali lagi dia harus berhadapan dengan mimpi buruk yang telah ditinggalkannya, pembunuhan dan kekejaman.

Ulasan

Paul Gross memborong pembuatan film ini dengan menjadi pemeran utama, sutradara, sekaligus penulis naskah. Tampangnya yang berkesan pop dan terlalu lembut, tidak cocok mewakili sosok Sersan Dunne yang pahlawan perang dengan pengalaman pertempuran panjang.

Special effect dalam film ini tidak istimewa, walaupun tidak bisa dibilang buruk. Adegan prajurit yang terpental terkena ledakan bom cukup mengganggu karena ditarik menggunakan sling sehingga tidak terkesan alami (mirip film laga Hongkong). Di pertengahan film, alur cerita jadi agak mendayu-dayu karena adegan romantisme dua pasang tokohnya.

Bila anda penggemar film drama percintaan berlatar perang, sejenis Pearl Harbour (Ben afflect), rasanya film ini cocok buat ditonton. Bedanya film Pearl Harbour adegan perangnya lebih puanjaang dan serius.

Movie Meter :

Cast : 6/10

Plot : 6/10

Film : 6/10




1 komentar:

  1. sy malah lebih menyenangi film ini dibanding Pearl Harbour

    BalasHapus