Jumat, 14 Agustus 2009

Merah Putih - Part 1

Nonton film merah putih saat 17 agustusan punya kesan tersendiri yang mendalam. Sudah lama kita merindukan film dengan genre yang berbeda dari sekedar horor kacangan yang pake akhiran "kuntilanak" atau. Film komedi yang kebanyakan idenya hampir mirip satu sama lain.
Film sekelas janur kuning dan serangan fajar yang merupakan bentuk kontribusi rasa nasionalis sineas Indonesia jaman dulu yang jauh dari nilai-nilai komersil semata, sudah lama tidak dibuat lagi. Keseriusan dan niat para sineas pembuat Merah Putih apapun hasil filmnya patut di apresiasi setinggi-tingginya. Niat mereka membangkitkan kembali semangat perjuangan dan rasa nasionalisma melalui suatu film perang yang ambisius rasanya akan bisa menimbulkan dampak positif yang luar biasa baik pada generasi muda kita yang mulai kehilangan rasa nasionalismenya ataupun industri perfilman nasional yang punya sifat latah memproduksi film-film dg nilai komersial tinggi tapi rendah kualitasnya. Mudah2an mereka jadi latah membuat film2 perjuangan mengekor kesuksesan Merah Putih.
Sebagai contoh di negara dg industri perfilman paling besar di seluruh dunia yaitu AS, tak sedikit membuat film bertema sejarah untuk menghormati jasa-jasa pahlawan. Sebutlah film2 besar seperti Band of Brothers, Black Hawk Down, We were Soldiers dan Pearl Harbour yang bercerita tentang pengorbanan para pahlawan Amerika yang sangat inspiratif.
Semoga Merah Putih dapat menginspirasi seluruh production house di Indonesia untuk mampu membuat suatu film yang sarat akan pesan moril dan rasa hormat terhadap para pahlawan yang berkorban demi kebesaran bangsa namun dapat dikemas dengan baik sehingga memiliki nilai komersil yang tidak kecil...

Cerita
Setelah Jepang menyerah tanpa syarat pada perang dunia II, Indonesia memproklamirkan diri sebagai negara republik yang merdeka dan berdaulat pada 17 Agustus 1945. Pada tahun 1947 Belanda melancarkan agresi militer ke Indonesia untuk melanjutkan dominasi penjajahannya selama 350 tahun. Sekelompok pemuda Indonesia dengan berbagai latar belakang dipertemukan dan dipersatukan di suatu unit tempur tentara rakjat Indonesia di Jawa Tengah untuk menghadapi agresi belanda yang kejam. Marius seorang bangsawan jawa yang sok, Tomas petani dari sulawesi yang keluarganya dibantai belanda, Dayan yang sangat bersahaja dari Bali dan sang pemimpin Amir yang berprofesi sebagai guru. Setelah menamatkan pendidikan militer di sekolah perwira tentara rakyat Indonesia, mereka langsung berhadapan dengan kekuatan belanda yang jauh lebih besar, terkordinasi dan bersenjata lengkap. Tentara rakyat Indonesia tak mampu membendung agresi awal tersebut. Merek harus bahu membahu dan melupakan perbedaan mereka untuk mempertahankan tanah air.
Transformasi sebuah kelompok yang awalnya tercerai berai dan sarat konflik menjadi sebuah satuan tempur yang solid dan tangguh merupakan sebuah tema film2 holywood yang masih menarik untuk disimak. Secara keseluruhan film ini sangat menarik, baik dari sisi ide cerita pemilihan seting yang tepat, kualitas gambar yang prima dan properti yang cukup orisinil, seperti senapan, kendaraan dan kostum. Namun terlalu berharap banyak bila film ini akan bisa menyaingi black hawk down atau pearl harbour. Actionnya masih terasa lemah di editing, sehingga adegan demi adegan tidak mengalir cepat. Naskah dialognya juga terasa sangat holywood dengan kata2 semacam (english ver) : miss me?, I am dying..I feel cold.
Bagaimanapun film ini menceritakan superioritas bangsa asing tidak pernah menggentarkan generasi muda unggul kita pada masa itu...lalu kenapa generasi muda kita di masa ini merasa sangat inferior dari bangsa asing??? Putus dimana produksi generasi unggul kita dari masa lalu??

MERDEKA!!!!!

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Senin, 10 Agustus 2009

Night at Museum : Battle of Smithsonian

Ben stiller kembali dalam sequel komedi sukses Night at Museum sebagai si penjaga malam yang berteman dengan tokoh2 sejarah penghuni museum. Pada sequel ini dikisahkan Daley (stiller) telah menjadi seorang pengusaha sukses. Karena kegiatannya yg super sibuk, Daley jadi mengabaikan persahabatan dengan kawan-kawannya si penghuni museum. Pada suatu ketika museum New York akan diremajakan dan mengganti seluruh wahana yg ada dengan virtual interface. Itu berarti merupakan akhir dari nasib penghuni musem. Mereka dikirim ke museum terbesar di dunia Smithsonian Museum untuk disimpan. Namun masalah timbul karena batu ajaib yg dapat memberi kehidupan bagi para boneka dibawa oleh si monyet nakal ke Smithsonian sehingga menghidupkan tokoh2 jahat masa lalu seperti Firaun, Alcapone dan Igor the Terible yang berambisi menguasai dunia. Sekali lagi Daley harus bahu membahu dengan Jedediah dan seisi museum Newyork untuk melawan kuasa jahat.

Dari sisi special effect film ini patut diacungi jempol. Animasi yang halus mampu menghidupkan patung cupid, boneka einstein dan pating raksasa Abe Lincoln dengan sempurna. Humor2 yang bersifat sindiran terhadap situasi dan tokoh tertentu juga terasa cukup lucu.
Namun cerita film ini terasa dipaksakan. Film ini seolah merupakan fragmen komedi yang tiap adegannya berdiri sendiri-sendiri.

Secara keseluruhan film ini cukup menghibur untuk ditonton pada saat luang bersama keluarga. DVD bajakannya pun sudah berkualitas bagus sehingga Rp.7000 terasa pantas untuk dibelanjakan.

Rating:
Cerita. 5/10
Pemain 6/10
Keseluruhan. 6/10
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Rabu, 05 Agustus 2009

Famous quote

Eversmann: Nobody asks to be a hero, it just sometimes turns out that way
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Rabu, 22 Juli 2009

GI JOE (Teaser)

Stephen Sommers will direct (here's hoping he reigns in the CG), from a script by Stuart Beattie. The story is set at Brussels-based GIJOE, an acronym for the Global Integrated Joint Operating Entity, and revolves around an international co-ed force of operatives who use high-tech equipment to battle Cobra, an evil org headed by a Scottish arms dealer. --Real Movie News 11/20/07This has since changed due to overwhelimg negative response from fans and even servicemen.
Well, GI Joe suppose to be the real American Hero with American spirit..not bunch of European troops wandering around screaming Yo Joe!! we will see how Stephen Sommers elaborate GI Joe to fullfill fans expectation

BLOOD : The Last Vampire

LOO
Perang antara manusia dan mahluk penghisap darah alias vampir merupakan tema yang masih asyik untuk dikemas menjadi sebuah film. Dalam Blood dikisahkan seorang gadis setengah vampir berusia ratusan tahun bernama Saya (Gianna Jun) bersumpah untuk menumpas seluruh vampir dimuka bumi. Dengan ilmu samurainya yang tinggi Saya banyak memburu dan menumpas seluruh vampir yang ditemuinya. Saya beroperasi secara terselubung didukung oleh sebuah lembaga dinas rahasia yang berusaha menutupi keberadaan vampir demi menghindari kepanikan umat manusia. Selain menumpas vampir, ternyata Saya memiliki agenda pribadi untuk membalaskan dendamnya terhadap Onigen (Koyuki) sang ratu vampir yang memiliki kekuatan luar biasa yang telah membunuh ayahnya dalam pertarungan tidak adil.
Pencarian Saya sampai pada sebuah pangkalan militer AS di Jepang. Demi melancarkan misinya Saya didaftarkan sebagai siswi SMA di pangkalan tersebut untuk dapat mengendus keberadaan sang ratu vampir. Pertarungan besar dengan Onigen pun tak terelakan lagi.

Blood : Last Vampire merupakan kisah yang diadaptasi dari manga Jepang yang terkenal. Chris Nahon sang sutradara debutan tampak ingin setia pada versi animasinya, sehingga film Blood menjadi kaya warna layaknya komik. Blood juga sedikit keluar dari pakem film vampir dimana si vampir tidak takut sinar matahari dan bawang putih.
Sayangnya pada beberapa adegan fighting, Nahon mencoba menjiplak gaya penyutradaraan Snyder (300) yang juga sukses menfilmkan komik, sehingga agak mengganggu. Secara keseluruhan film ini sangat ringan dan tidak memerlukan konsentrasi berlebihan untuk menikmatinya. Alur cerita sangat bisa ditebak dan efek khususnya terbilang biasa-biasa saja.
Untungnya film ini masih terselamatkan oleh sang penata laga kawakan Cory Yuen yang membuat kita males beranjak dari tempat duduk.

DVD
Versi bajakannya belum sempurna baik dari teks dan suara. Walaupun gambar sudah termasuk lumayan, namun usaha distributor untuk menutupi teks korea dengan efek buram sangat mengganggu, sehingga tidak enak ditonton.

Movie Meter :
Cerita 5/10
Film 6/10
Keseluruhan 6/10

Selasa, 09 Juni 2009

Dragon Ball : Evolution

Staring :
Chow Yun Fa


Sinopsis :
Diadaptasi dari komik jepang terkenal karya Akira Toriyama, Dragon Ball merupakan karya yang digemari oleh segala kalangan. Berkisah tentang 7 bola naga berkekuatan dahsyat yang dapat mengabulkan satu permintaan.
Bumi sedang diinvasi ole alien sakti nan jahat, Picolo. Goku dan kawan2 berusaha mengumpulkan bola naga untuk memanggil shen long sang naga sakti untuk memohon satu permintaan untuk menghentikan picolo.

Resensi :
Film ini disutradarai oleh James wong. Sutradara yg berpengalaman membuat film sci-fi mediocre ini berusaha menvisualisasikan salah satu komik terkenal jepang menjadi franchise holywood yg sukses. Hasilnya? Gagal Total!! Wong tidakb setia dengan versi aslinya bahkan membuatnya lebih parah

Selasa, 17 Maret 2009

Passchendaele

Genre : Drama/War

Cast : Paul Gross, Caroline Davernhas, Joe Dinicol

Director : Paul Gross

DVD

Cover DVD nya memang kental dengan aroma drama. Para penggemar film perang akan tertarik dengan siluet prajurit yang sedang berbaris di perbukitan ala Band of Brothers. Kualitas DVD yang Combo Format sudah mumpuni baik dari segi gambar, suara dan kualitas teks.

Sinopsis

Passchendaele adalah nama sebuah desa di Belgia yang merupakan wilayah strategis yang dipertahankan matia-matian oleh pasukan Kanda dari serbuan Jerman pada PD I. Sersan Michael Dunne (Paul Gross) adalah pahlawan perang di front prancis yang telah letih berperang baik secara mental maupun fisik. Oleh kesatuannya Sersan Dunne ditugaskan sebagai petugas perekrutan dan mengkampanyekan keberhasilan pasukan Kanada dalam perang melawan Jerman.

Pertemuannya dengan perawat bernama Sarah (Caroline Davernhas) berlanjut pada hubungan kekasih yang lebih jauh. Sarah mempunyai adik laki-laki bernama David (Joe Dinicol) yang memiliki semangat patriotisme dan ingin sekali bergabung dengan militer untuk bertempur di garis depan. Namun sayangnya David memiliki penyakit asma yang tidak memungkinkannya menjadi prajurit. Dengan segala cara, tanpa sepengtahuan sang kakak Sarah, akhirnya David dapat bergabung dengan pasukan Kanada dan dikirim ke salah satu medan tempur paling berdarah sepanjang sejarah pertempuran pasukan infantri Kanada, Passchendaele.

Demi cintanya kepada Sarah, Dunne terpaksa kembali ke medan tempur untuk melindungi David. Dan sekali lagi dia harus berhadapan dengan mimpi buruk yang telah ditinggalkannya, pembunuhan dan kekejaman.

Ulasan

Paul Gross memborong pembuatan film ini dengan menjadi pemeran utama, sutradara, sekaligus penulis naskah. Tampangnya yang berkesan pop dan terlalu lembut, tidak cocok mewakili sosok Sersan Dunne yang pahlawan perang dengan pengalaman pertempuran panjang.

Special effect dalam film ini tidak istimewa, walaupun tidak bisa dibilang buruk. Adegan prajurit yang terpental terkena ledakan bom cukup mengganggu karena ditarik menggunakan sling sehingga tidak terkesan alami (mirip film laga Hongkong). Di pertengahan film, alur cerita jadi agak mendayu-dayu karena adegan romantisme dua pasang tokohnya.

Bila anda penggemar film drama percintaan berlatar perang, sejenis Pearl Harbour (Ben afflect), rasanya film ini cocok buat ditonton. Bedanya film Pearl Harbour adegan perangnya lebih puanjaang dan serius.

Movie Meter :

Cast : 6/10

Plot : 6/10

Film : 6/10




Minggu, 15 Maret 2009

The Hurt Locker

THE HURT LOCKER

DVD

Kualitas gambar dan suara sudah cukup bagus. Namun sayangnya textnya masih ngalor ngidul jadi susah banget di mengerti. Waktu saya ngaduk-ngaduk rak di salah satu kios DVD bajakan, film ini cukup eye cathing karena memasang logo pemenang salah satu festival film ternama. Dan gambar covernya yang cukup provokatif..samber aja!

Sinopsis

Film ini berkisah tentang satuan militer elit penjinak bom AS yang bertugas di daerah konflik paling panas didunia saat ini, Iraq. Dimana setiap barang yang tergeletak dijalanan bahkan setiap orang yang tak dikenal adalah potensi bom yang mematikan.

Sebuah satuan elit penjinak bom yang terdiri dari tiga orang baru saja kehilangan komandan regu nya Sgt. Matt Thompson (Guy Pearce, Starship Trooper) saat bertugas. Sebagai gantinya masuklah Staff Sgt. James (Jeremy Renner, 28 days later) yang berkarakter daredevil dan liar. Perilaku Staff sgt. James membuat dua rekannya yang lain Sgt. JT Sanborn dan Specialist Eldridge selalu dalam keadaan bahaya. Hal ini sangat mengganggu karena ke dua rekannya sedang menunggu masa berakhirnya tugas mereka di Iraq yang tinggal 30 hari lagi.

Setelah mengalami banyak hal selama bertugas dibawah pimpinan Sgt. James, barulah mereka mengenal karakter James yang sebenarnya. Bahwa James tidaklah se liar dan senekat yang mereka kira, James memandang peperangan dan kehidupan dari sisi yang berbeda.

Ulasan

Film ini disutradarai oleh sutradara wanita Kathryn Bigelow yang karyanya di Indonesia kita kenal dengan K19 dan Point Break. Buat yang senang film drama psikologi perang gaya Full Metal Jacket dan Jarhead, rasanya film ini cukup pas. Latar belakang perang Iraq yang penuh dengan pasir, bangunan rusak, hewan ternak dan Humvee.

Akting para pemainnya pun tidak mengecewakan. Beberapa bintang besar turut meramaikan film ini walaupun hanya muncul semenit. Guy Pearce yang Cuma tampil di awal cerita sbg Sgt Matt yang gugur dalam tugas dan David morse sebagai Colonel Reed yang muncul hanya untuk memberi selamat pada James di pertengahan film.

Adegan aksinya tidak banyak. Mungkin karena film ini sebenarnya film drama psikologi bukan film aksi.

Movie Meter :

Plot : 6/10

Cast : 7/10

Film : 6/10



Kamis, 12 Maret 2009

Slumdog Millionaire

DVD
Versi Combo Formatnya sudah patut di tonton. Kualitas gambar dan suara cukup prima. Sayangnya text bahasa ataupun language belum sempurna. Untung saja film India ini hampir setengah panjang filmnya menggunakan bahasa India sehingga text language yang merupakan bawaan film akan selalu muncul menyertainya. Yang menyusahkan, pada saat dialog bahasa inggris, sulit sekali dimengerti karena bahasa Inggrisnya dilantunkan dengan logat India yang kental ....acha acha, nehi nehi..(weleehhh)

Plot
Kisah hidup Jamal (Dev Patel) seorang pemuda miskin dari kota Mumba India, yang menemukan kesempatan emas ikut didalam kuis paling terkenal di dunia, Who Wants to be a Millionaire. Diluar dugaan Jamal memenangkan Grand Prize puluhan juta rupee karena berhasil menjawab semua pertanyaan yang diajukan sang Host Prem Kumar (Anil Kapoor). Malang bagi Jamal karena keberhasilannya menjawab pertanyaan di curigai sebagai kecurangan, sehingga ia ditangkap Sersan Srinivas dari kepolisian India untuk ditahan dan diperiksa. Mulailah Jamal menceritakan bahwa seluruh jawaban yang diberikan di kuis itu terinspirasi dari kisah hidupnya selama 18 tahun yang sangat panjang dan berliku.

Review
Slumdog Millionaire (SM) di arahkan oleh sutradara Inggris Danny Boyle yang kita kenal di Indonesia dengan 28 Days Later. Gaya Danny yang selalu berusaha keluar dari mainstream Holywood seolah menjadi simbol perlawanan kejayaan film-film berbudget besar.

SM merupakan salah satu masterpiece yang brilian dari Dany. Potret kehidupan kumuh dan muram kota Mumbai, berhasil di visualisasikan dengan gemilang dalam format film. Hebatnya SM dapat menghadirkan aroma kehidupan insan India yang diwakili oleh tokoh Jamal dan adiknya Salim tanpa terjebak menjadi "Film India". Jika anda mengharapkan ada tarian dan nyanyian khas Bolywood, anda akan sangat kecewa karena baru bisa menemuinya di Credit Title.

Film ini penuh adegan mengharukan tanpa banyak tangisan. Plot cerita yang melompat-lompat dari saat ini ke masa lalu, ataupun sebaliknya digambarkan dengan gambar-gambar cepat. Walaupun special effect dalam SM terbilang sangat minim, namun penonton tetap dapat dibuat menahan nafas saat Jamal dan Salim berlari, bersembunyi dan berkelahi demi menyelamatkan jiwanya.

Banyak unsur-unsur kejutan di SM. Tidak seperti film-film mainstream yang mudah ditebak, SM tetap membuat kita menebak siapa tokoh nya yang akan mati dan bagaimana endingnya. Walaupun film ini berakhir dengan Happily ever after.

Tidak diragukan lagi, film ini merupakan salah satu film drama terbaik yang pernah saya tonton. Bravo..

Movie Meter
Cast : 7/10
Cerita : 8/10
Overall : 8/10

Rabu, 04 Maret 2009

Quarantine

DVD
Sudah kualitas orisinil termasuk gambar, suara dan text nya. sekali lagi jangan lupa beli yang Combo Format ya

Sinopsis
Dalam sebuah liputan mengenai kegiatan satuan pemadam kebakaran New York, tanpa sengaja Angela Vidal (Jenifer Carpenter) wartawan televisi dan cameraman Scott (Steve Harris) terjebak dalam sebuah gedung yang telah terkontaminasi virus rabies yang ganas. Virus ini menular melalui gigitan . Korban rabies akan berperilaku seperti zombie yang haus akan daging manusia.
Bersama dengan anggota NYFD dan NYPD yang tersisa mereka berusaha keluar dari gedung yang telah dikepung oleh pasukan pemerintah sebagai upaya karantina agar wabah tidak menyebar lebih luas lagi.

Film ini dituturkan melalui kamera yang dipanggul oleh Scott. Gaya ini mengingatkan kita pada Cloverfield dan Blairwitch project. Tujuannya adalah memberikan efek ketegangan yang realistis. Sayangnya satu-satunya film komersil yang berhasil dengan gaya dokumenter seperti ini hanyalah Blairwitch project.
Quarantine diarahkan oleh John erick dowdle, yang prestasinya belum terlalu terdengar di tanah air. Puluhan cerita sejenis telah banyak diadaptasi oleh film-film kelas B.
Film ini tampak tidak terlalu serius digarap oleh John. Akting pemainnya kurang optimal, properti seadanya dan unsur-unsur kejutan yang sangat lemah membuat film ini berkesan sebagai film independent biasa.
Film ini diadaptasi dari film produksi Spanyol REC yang jauh lebih mengesankan dan seram. Rupanya John Erick harus lebih banyak belajar dari orang Spanyol mengenai gerakan Zombie yang benar.

Movie Meter :
Cast : 5/10
Cerita : 5/10
Overall : 5/10

Sabtu, 21 Februari 2009

Seven Pounds

DVD
Kualitas gambar, suara dan text DVD bajakannya udah bagus. Walaupun special featurenya gak ada yang nyala, tapi sudah lebih dari cukup untuk bisa nonton acting prima Will Smith. Jangan lupa selalu beli DVD bajakan dengan judul atas COMBO FORMAT dijamin udah qualitas prima.

SINOPSIS
Karena kesalahannya di masa lalu yang menyebabkan tewasnya tujuh orang tak berdosa termasuk istrinya, Ben Thomas (Will smith) mengalami depresi karena rasa bersalah. Ben lalu menyusun scenario penebusan dosa dengan membuat daftar tujuh orang baik yang sedang dalam kesulitan dan membutuhkan pertolongannya. Segala upaya dilakukan Ben untuk melaksakanakn niatnya walaupun harus menyerahkan semua yang ia miliki, termasuk jiwanya. Dalam realisasi rencana mulianya tersebut, Ben bertemu Emiliy (Rosario Dawson) yang membuatnya bimbang untuk menyelesaikan niatnya.

Will Smith bermain sangat cemerlang sebagai pria yang mengalami depresi. Will menurunkan beberapa kg berat tubuhnya sehingga penampilannya makin meyakinkan. Film ini merupakan salah satu penampilan Will paling cemerlang setelah ALI.

Sutradara Gabriel Muchino kembali berkolaborasi dengan Will setelah sukses dengan Pursuit of Hapiness. Ciri khas Muchino yang pandai bertutur tentang sisi sedih sebuah kehidupan muncul kembali dalam Seven Pounds. Woody Harelson turut tampil sebagai Ezra yang tuna netra yang masuk dalam daftar Ben. Walaupun bukan peran sentral, namun aktingnya patut di puji. Alur cerita disusun bagai sebuah puzzle, penonton dibiarkan menebak-nebak motif Ben yang sebenarnya dari potongan demi potongan adegan, sehingga baru mengetahui maksud cerita yang sesungguhnya pada penutup film. Sebuah film yang mengharukan tanpa banyak adegan cengeng dan derai air mata seperti sinetron kita yang setiap 10 menit pasti tokohnya ada yang nangis.
This movie is highly recommended!

Movie meter :
Cast : 8/10
Cerita : 8/10
Keseluruhan : 8/10

Selasa, 17 Februari 2009

Defiance

DVD

Kualitas gambar, suara dan Text DVD bajakannya dijamin udah OK. Tapi tetep jangan lupa untuk beli yang udah ada tulisan Combo Format nya ya.


Sinopsis

Saat Perang Dunia II berlangsung, empat bersaudara Yahudi, Bielski, melarikan diri dari desa Timur Polandia/ Belarus Barat, yang dikepung oleh Nazi dan bergabung bersama partisan Soviet untuk melawan Nazi. Dipimpin oleh Tuvia (Daniel Craig) Kakak beradik itu berhasil menyelamatkan 1200 warga Yahudi di tengah hutan. Diangkat dari kisah nyata, film ini memperlihatkan perjuangan mereka melawan penyerangan Jerman namun tetap pada misi mereka, menyelamatkan nyawa kaum Yahudi. Bielski bersaudara pada akhirnya bermigrasi ke Amerika Serikat dan sukses sebagai pengusaha.

IP Man

DVD

Gambar dan suara DVD bajakanya sudah berkualitas bagus. Sayang text nya masih ngaco (mungkin) dan hanya menterjemahkan dialog saja. Berhubung saya tidak mahir bahasa mandarin jadi ending cerita yang hanya diisi oleh text huruf kanji dan foto-foto jadul sangat sulit saya pahami (aarrrgggghh).

Sinopsis

Ip Man diadaptasi dari kehidupan nyata Yip Man (Donie Yen), juara Wing Chun yang merupakan bagian dari seni bela diri Wushu. Film ini menampilkan rekaman-rekaman penting kehidupan Bruce Lee. Keteguhan Ip atas Wing Chun merupakan contoh klasik akan cinta dan penghargaan terhadap wushu, kebebasan serta semangat seni olahraga tersebut. Ip Man merupakan konsep, semangat dan cara berpikir yang mempresentasikan bentuk baru film wushu di Hong Kong.
Berseting jaman pendudukan Jepang di China pada tahun 1940an. Ip Man merekonstruksi perjuangan Yip Man sang guru besar kung fu Wing Chun yang menjadi simbol perlawanan rakyat China yang tertindas oleh kekejaman penjajahan Jepang.

Ulasan
Film sejenis tentang semangat perlawanan China terhadap Jepang memang sudah pernah dibuat diantaranya Fist of Legend (Jet Li). Bedanya film ini dibintangi oleh Donnie yen fans berat mendiang Bruce lee sehingga gaya bertarung khas sang legenda yang realistis, cepat dan kasar menjadi enak untuk ditonton. Di sutradarai oleh Wilson Yip (SPL, Dragon Tiger Gate) spesialis film action dan sudah terbiasa bekerja sama dengan Donnie Yen. film ini merupakan film dengan adegan pertarungan terbaik yang pernah saya tonton...Bravo!!

Red Cliff 2

DVD

Sayang DVD bajakannya belum bagus. Buat para pembajak..sabar dulu ya

Kelanjutan dari kisah 3 negara yang terkenal, epic perang daratan China Red Cliff disutradarai oleh sutradara internasional John Woo. Gambar indah yang menyejukan mata dengan warna-warna kontras masih akan bisa kita nikmati disepanjang film. Sayangnya gaya penyutradaraan yang realis yang menjadi ciri khas John woo pada era 90an sebelum mengenal Holywood sulit ditemukan disini. Bila ada tentunya akan menyempurnakan film ini. Namun secara keseluruhan film ini masih tetap memiliki daya rekat yang kuat sehingga penonton enggan beranjak sampai credit title muncul.

Sinopsis
Sun Shangxiang, adik perempuan Sun Quan, menyamar sebagai laki-laki dan menjadi mata-mata di antara pasukan Cao Cao. Film diawali dengan banyaknya tentara Cao Cao yang meninggal karena diserang wabah penyakit tipus. Shangxiang mengirimkan berita wabah ini melalui merpati pos. Tapi Sun Quan menolak menyerang Cao Cao, karena menurutnya tidaklah etis untuk menyerang saat tentara mereka sakit.
Cao Cao yang licik malah mengirimkan mayat-mayat tentaranya dengan menggunakan rakit ke wilayah Sun Quan. Akibatnya, tentara Sun Quan juga banyak yang terkena tipus. Liu Bei tidak tahan dengan semakin sedikitnya prajurit yang sehat. Menurutnya, mereka tidak akan menang. Karena itu, Liu Bei menghentikan persekutuan mereka, dan memutuskan untuk pulang kembali ke wilayah mereka. Tapi Zhuge Liang (ahli strategi Liu Bei) menolak untuk ikut pulang. Dia mau menyelesaikan apa yang sudah dimulainya.
Kemungkinan Sun Quan menang menjadi semakin kecil lagi. Tentara mereka hanya sekitar 30 ribu orang, dan harus melawan tentara Cao Cao yang 100 ribu. Apalagi persenjataan mereka semakin menipis. Mereka kehabisan panah.
(sumber : blog mnfuady)

Prince of Persia : Sand of Time

New Movie :

Set in medieval Persia, the story of an adventurous prince who teams up with a rival princess to stop an angry ruler from unleashing a sandstorm that could destroy the world. Which is why after the prince was tricked by a dying Vizier to unleash the Sands of Time that turns out to destroy a kingdom and transforms its populace into ferocious demons. In his effort to save his own kingdom and redeem his fatal mistake, it's up to the prince and the princess to return the sands to the hourglass by using the Dagger of Time, which also gives him a limited control over the flow of time.

Rabu, 11 Februari 2009

Transporter 3


Movie Meter : **
Sinopsis
Si sopir jagoan Frank Martin (Jason Statham) kali ini mendapat tugas mengantar Valentina (Natalya Rudakova) putri mentri pertahanan Ukraina yang diculik oleh gerombolan penjahat pimpinan Johnson (Robert "prison break" knepper) dari Marseille ke Odessa.

Dibawah tekanan, Frank terpaksa harus mengikuti skenario penyanderaan yang dibuat Johnson untuk memaksa Leonid Vasiley ayah Valentina menandatangani kontrak pembuangan limbah perusahaan raksasa EGO corp.

Dibantu sahabat lamanya Inspector Tarconi, Frank dan Valentina berusaha melepaskan diri dari situasi yang mengancam kelangsungan hidup dan pelestarian lingkungan tersebut.

Review
Di seri ke 3 franchise Transporter ini tidak banyak aksi-aksi baru yang bisa kita nikmati. Kebut-kebutan dengan deretan mobil Eropa dan perkelahian a la Jet li masih menjadi andalan kekuatan film ini. Sayangnya Olivier Megaton sang Sutradara gagal mempertahankan tempo cepat film yang menjadi keunggulan 2 seri Transporter sebelumnya. Film ini jadi terasa lamban, tanpa kejutan dan tidak meledak-ledak. Bahkan Olivier membuat blunder dengan menghilangkan karakter asli Frank Martin yang dingin dan berkelas dengan karakter seorang bujang gak laku yang haus cinta.
Blunder lain film ini ada pada casting pemain wanitanya Natalya Rudakova (yang cukup mengganggu) yang punya beban berat menggantikan porsi dua pendahulunya Shu qi dan Amber Valetta yang lebih cantik dan anggun. Bila Frank Martin akhirnya harus jatuh cinta...kok dengan yang ini??

Film ini masih terselamatkan oleh Cory Yuen sang penata laga yang masih bisa menampilkan pertarungan yang memikat. Walaupun adegan pengeroyokan sepuluh orang lawan satu yang berakhir dengan tangan si pengeroyok terikat sudah terbilang basi.

DVD Bajakan nya sudah bagus baik dari kualitas gambar maupun teksnya..cuma Rp.6000 jadi gak rugi2 amat kalo udah terlanjur beli hehe..

Komentar dan saran ditunggu ya..

Radito